Semua makhluk tak pernah tau siapa jodohnya, dimana jodohnya, dan seperti apa jodohnya. Begitupun dengan kisah seseorang dalan novel ini. Dia seorang wanita tempat tinggal asalnya di salah satu daerah di Jawa Timur. Dia seorang mahasiswi di salah satu Universitas terkemuka di Jakarta. Awalnya ini terkenal dengan sosok seorang wanita yang sering mempermainkan perasaan pasangannya. Namun pada suatu ketika dia mulai merasa jenuh bahkan ia merasakan ingin mempunyai cinta yang tulus. Hingga suatu saat ia menyukai seorang pria yang mana pria itu sangat istimewa dimatanya, namun disisi lain ada sosok seorang pria yang menyukainya.
Sebut saja Dinda nama seorang wanita tersebut, Galan sosok seorang pria yang disukainya, Seno pria yang menyukai Dinda.
Ulangtahun Dinda yang pertama
semenjak ia menjadi mahasiswa di Universitas Terkemuka Di Jakarta.
“happy b’day dinda, so ultah kamu bertepatan dengan ultah aku” .....ucapnya Galang sambil tersenyum dan memberikan sepucuk bunga mawar merah.
“Thanks... Happy B’day to u.... ucapnya dinda kembali sambil tersenyum.”
Sejak saat itulah dinda merasakan rasa yang berbeda pada sosok Galan. Begitu pula dengan apa yang dirasakan Galan. Namun galang tak pernah mampu untuk mengutarakan persaannya. Hingga suatu saat ada pagelaran seni musik yang diadakan di kampusnya, yang kebetulan dinda adalah seorang wanita yang mempunyai suara merdu. Ketika dinda tau bahwa Galan adalah salah satu panitia dari pagelaran itu, Dinda pun mempunyai ide untuk mengikuti pagelaran tersebut dengan harapan dia dapat berdekatan dengan galan. Namun baru saja Dinda mengikuti pagelaran itu, Galan sudah mengetehui tujuan Dinda mengikuti pagelaran itu.
Ulang tahun Dinda kedua
“Happy B’day Dinda,,,”. Begitu ucapan Galan kembali sambil tersenyum dan memberikan sepucuk bunga mawar merah. Namun di ulang tahunnya yang ke dua ini Galan memberikan ajakan ng-date bareng dia. Tanpa ragu dinda mengatakan “ya,,,saya mau” ucapnya sambil tersenyum. “oke,,,jam. 17.30 saya jemput” ucap Galan.
Waktupun berputar begitu cepat hingga tepan dijam itu Galan menjemput Dinda. Galan mengajak Dinda ke acara komedi putar. “din,,,,aku ingin kamu menjadi seorang wanita yang pintar memasak.. Agar suatu saat disaat ulang tahunmu nanti aku memberikan hadian Clemek yang bertuliskan “dinda pemasak hebat, number one” ucap Galan sambil tertawa. Akhirnya merkapun terbawa suasana diacara itu mereka saling Bercada, tertawa, saling tatap, bahkan berkali – mereka hampir berciuman selayaknya pasangan yang sedang dimabuk asmara Itulah yang mereka rasakan saat itu, seakan dinda merasakan mimpi bisa bersama Galan di malam itu. Tepat waktu menunjukan.21.15
“din,,,,tunggu disini sebentar,saya kesebelah sana” ucap Galan pada Dinda meminta izin.
Dinda pun hanya menganggukan kepala. Namun ternyata Galan meninggalkan Dinda di tempat itu tanpa alasan jelas sedikitpun. Hingga akhirnya Dinda pulang dengan perasaan sangat kecewa dan merasa telah disakiti.
Sejak saat itu Dinda membenci Galan. Dari sanapun Dinda mulai mencari sosok seorang pria yang menurutnya tulus mencintai dirinya, Hingga hadirlah sosok Seno, seorang pria tampan yang masih satu Universitas namun di Fakultas Tekhnik Elektro. Berkenalan dengan Dinda di pesta Ulang Tahun teman kampusnya.
Semakin dekat dan dekat sampai ada rasa lain di antara Seno dan Dinda. Dinda yang sedang merasakan kecewa karena Galan pun akhirnya mempunyai rasa lebih terhadap Seno. Galan yang masih menyukai Dinda,ia merasa cemburu apabila melihat Dinda bersama Seno.
Ulang tahun dinda ketiga
Di ulangtahunnya yang ke tiga ini Dinda tidak mendapatkan ucapan dr Galan seperti saat-saat ulangtahunnya yang pertama dan kedua. Namun disaat itu Seno lah yang mengucapakan Happy B’day pada Dinda. Dan senopun mengajak Dinda kesuatu tempat disaat ulang tahunnya itu. Tanpa berfikir panjang dinda menjawab “ya,,,,”!
Seno membawa Dinda ke salah satu Bar dan mengajak Dinda mabuk bersamanya, dinda pun akhirnya mabuk berat disaat itu Seno mengungkapkan semua perasaan hatinya, dan dengan pengaruh minuman Dinda pun menerima seno. Jadilah mereka sepasang kekasih. Tepat pukul. 21.00 Dinda pun pulang dengan diantar seno. Namun hanya diantar di depan pintu kos nya, tanpa mengantar Dinda ke kamarnya.
Galan yang masih sayang pada Dinda, ia datang dan melihat Dinda tertidur di depan pintu. Dengan rasa kaget, Galan memopong Dinda ke kamarnya, dan menidurkan, dan menyelimuti Dinda yang terlihatnya sangat lelah. Teman dinda satu kost pun sangat menyukai perlakuan Galan terhadap Dinda. Tak lama Galan disana, dia pulang namun sebelumnya dia membisikan sesuatu pada Dinda “dinda,,,sayang, happy b’day,,,ini kado spesial untukmu dariku” ucapnya Galan. Kado itu berupa clemek yang bertuliskan “dinda pemasak hebat, number one”
Pagipun tiba Seno yang datang melihat kado dari Galan dan sebelum Dinda bangun dia membuang kado itu. Dinda yang tau Seno disana dia pun mengira bahwa yang semalam mengantarkan dinda ke kamarnya pun adalah Seno.
Esoknya Dinda terlihat sangat mesra dengan Seno di depan Galan, namun itu semua tak berjalan lama. Akhirnya Dinda tau bahwa yang mengantarkan dia ke kamar adalah Galan, dan Dindapun tau bahwa saat itu Galan datang untuk mengucapkan ucapan itu dan memberikan kado istimewa itu.
Dinda datang ke tempat Seno dengan tujuan untuk menanyakan apakah dia yg sudah membuang kado itu. Namun saat Dinda datang ke tempat Seno Dinda sangat terkejut melihat semua kelakuan Seno, yang ternyata disana ada sosok seorang wanita yang sedang bercinta dengan seno. Dindapun kecewa.
Esoknya dinda bertemu Galan
“galan,,,maafkan aku”
“untuk apa kamu meminta maaf?”
“ini sekarang saya sudah bisa masak sesuai dengan keinginan kamu,ini pasakanaku spesial tuk kamu”
“oke,,,thanks makanannya, tapi maaf saya ga laper makanya saya kasih tuk petugas perpustakaan saja”
Dinda yang merasa sangat kecewa dengan perlakuan Galan pun ia langsung marah. Dan bertanya “kamu tuh kenapa sih?kamu masih marah?”
Galan tidak menjawab pertanyaan Dinda sepatah katapun, yang ada dia bicara “saya jemput jam.19.30 terserah mau atau tidak”. Tanpa berfikir lama dinda jawab “mau,,,,,”
Malam pun tiba, galan menjemput Dinda, dan dia membawa dinda ke rumahnya. Orang tua Galan sangat menyukai Dinda, sampai dinda dianggap bagian dr keluarganya. Malam semakin larut Dinda pun diantar pulang oleh Galan. Tepat di depan kostan Dinda, sebelum Dinda keluar Dari mobil Galan, mereka berciuman, hingga akhirnya dinda bertanya : “ lan,,,sebenarnya aku tuh teman, sahabat, atau pacar kamu?” kita berciuman seperti selayaknya orang pacaran.”
Namun sayangnya Galan kurang menanggapi pertanyaan itu, dia malah menjawab “penting ya untuk memperjelas semua ini?kita bukan anak kecil lagi din, maaf untuk sekarang saya tidak bisa memperjelas tentang hubungan kita”.
Dinda pun marah dan keluar dari mobil Galan. Dinda yang sudah semakin menyayangi Galan sangat kecewa dengan jawaban itu. Hingga 1 bulan semenjak saat itu Galan tidak bisa dihubungi, Dinda sudah sangat patah semangat untuk mencari kabar dari Galan. Hingga suatu saat sms Galan masuk dan berisi kata- kata “dinda sayang,,maafkan saya,hari ini saya bertunangan dengan wanita lain, satu hal dari saya tetaplah jadi wanita yang tegar, gapailah semua cita-citamu,saya yakin walaupun tanpa saya kamu pasti bisa” . membaca sms itu Dinda sangat terluka dan akhirnya dinda datang ke rumah galan dengan tujuan ingin bertemu Galan. Namun Eros teman Galan melarang Dinda bertemu Galan dan bahkan menyuruh dinda untuk melupakan Galan.
Semenjak saat itu Dinda mencoba untuk melupakan Galan, hingga tiba waktunya Dinda WISUDA, dan dia lulus dengan IPK yang sangat memuaskan. Tiba-tiba sms Galan masuk “ dinda sayang selamat ya, sukses terus”. Dinda sangat terkejut dengan datangnya sms itu,dia tidak menghirawkannya.
Ulang tahun dinda ke empat
Esoknya ia datang ke perpustakaan untuk mengembalikan buku, petugas perpustakaan berbicra :
“mba dinda,,,bagaimana kabarnya mas Galan, lama tidak ada kabarnya?”
“Engga tau pa,, sahut dinda”
Belum juga selesai ucapan Dinda petugas perpustakaan memotong ucapannya
“mba Dinda, ini titip bukunya mas galan ya?dulu ketinggalan.mas galan ini aneh kuliah jurusan tekhnik mesin tapi buku bacaannya soal “KANGKER”.
Belum saja Dinda keluar dari perpustakaan ada sms dari galan “happy b’day dinda ku sayang”,, tanpa ragu dinda balas sms galan sambil sedikit aga marah “ mau kamu apa sih?kamu sudah tunangan tapi tetap saja sms saya?sudah jangan ganggu saya lagi”.
Dinda heran disaat sms itu dikirim, saat itu juga berbunyi hp yang sama persis seperti nada di hp nya Galan. Dinda pun penasaran dan akhirnya menelpon sambil mencari dimana inti suara tersebut. Dan akhirnya ketemulah asal suara itu. Ternyata itu memang handphone galan yang dipegang eros sahabatnya. Dan eros pun akhirnya menceritakan semuanya.
Dan ternyata kisah Galan tunangan dengan wanita lain itu hanyalah alasah Galan untuk menjauhi Dinda, karena Galan berfikir bahwa Galan tidak akan bisa membahagiakan Dinda. Eros pun membawa Dinda bertemu dengan Galan Yng ternyata kalan mengidap KANGKER stadium 4. Dinda dan Galan saling menatap dan menangis disaat mereka bertemu. Sebelum ajal menjemput Galan, Galan sempat mengucapkan sebuah kata – kata
“dinda sayang maafkan saya yang sudah membuatmu terluka, sedikitpun saja tidak pernah bertunangan dengan wanita lain,kalaupun saya harus bertuangan,saya hanya ingin bertunangan dengan kamu, karena hanya kamu yang saya cintai dan saya sayangi,,,,i love u dinda ku sayang”....
ucapnya Galan sambil menghembuskan nafas terakhirnya.
Waalaukimsalam Wr. Wb (22.00)
Banjar, 28 Desember 2011 Penulis Narinda Via Nurjanah |
Biodata Penulis
Nama : Narinda Via Nurjanah
Tempat, tanggal lahir : Banjar, 04 Januari 1989
Alamat : Jl. Setia Gg. Angrek 7 Rt. 04 Rw. 05 desa. Mekarsari Kecamatan. Banjar - Kota. Banjar 46321
Pendidikan :Tingkat III Jurusan. Pendidikan Akuntansi (UNIVERSITAS GALUH CIAMIS)
No Tlp/ Hp : 085223804049
“ Start Your Days With a Prayer and Smile”